Selamat Datang di website Kesbangpol dan Linmas Kab. Tegal

Berita Terbaru

Perlunya Peningkatan Wawasan Kebangsaan di Daerah

Dipublish tanggal 18 September 2018, Dikirim oleh Admin

Wawasan kebangsaaan sebagai sudut pandang suatu bangsa dalam memahami keberadaan jati diri dan lingkungannya pada dasarnya merupakan penjabaran dari falsafah bangsa itu sesuai dengan keadaan wilayah suatu negara dan sejarah yang dialaminya. Wawasan ini menentukan cara suatu bangsa memanfaatkan kondisi geografis, sejarah, sosial budayanya dalam mencapai cita-cita dan menjamin kepentingan nasionalnya serta bagaimana bangsa itu memandang diri dan lingkungannya baik ke dalam maupun ke luar.
Dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), makna dan hakikat serta pengejawantahan wawasan kebangsaan tersebut penting dipahami oleh setiap warga negara Indonesia, mengingat kedudukannya sebagai salah satu unsur aparatur negara yang berperan sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menyimak keadaan Wawasan Kebangsaan Indonesia pada rakyat kita yang sangat memprihatinkan saat ini, sepatutnya bangsa ini sepakat untuk memantapkan kembali nilai-nilai kebangsaan yang sudah longgar itu. Kita perlu suatu landasan yang kuat dan konsepsional untuk membangun kembali persatuan dan kesatuan bangsa serta jiwa nasionalisme yaitu "Wawasan Kebangsaan". Membahas Wawasan Kebangsaan, harus dimulai dari nilai-nilai yang dibangun oleh para pendahulu dan pendiri bangsa ini. Mereka telah menanamkan nilai-nilai persatuan dengan mencetuskan "Sumpah Pemuda" yang kemudian menjadi embrio dari Wawasan Kebangsaan yaitu : Satoe Noesa, Satoe Bangsa dan Satoe Bahasa, yaitu Indonesia. Makna dari Wawasan Kebangsaan memang belum begitu popular dalam kehidupan masyarakat kita, sehingga sampai saat ini belum ada rumusan yang baku tentang Wawasan Kebangsaan itu, mengingat sifatnya abstrak dan dinamis.
Di samping itu, timbul pertanyaan mengapa akhir-akhir ini wawasan kebangsaan menjadi banyak dipersoalkan. Apabila kita coba mendalaminya, menangkap berbagai ungkapan masyarakat, terutama dari kalangan cendekiawan dan pemuka masyarakat, memang mungkin ada hal yang menjadi keprihatinan. Pertama, ada kesan seakan-akan semangat kebangsaan telah menjadi dangkal atau tererosi terutama di kalangan generasi muda, seringkali disebut bahwa sifat materialistik dan hedonisme mengubah idealisme yang merupakan jiwa kebangsaan. Kedua, ada kekuatiran ancaman disintegrasi bangsa, dengan melihat gejala yang terjadi di berbagai daerah, terutama yang amat mencekam adalah pertikaian yang terjadi di Ambon, Aceh, Papua dan Posos, dimana terdapat kecenderungan paham kebangsaan merosot menjadi paham kesukuan atau keagamaan. Ketiga, ada keprihatinan tentang adanya upaya untuk melarutkan pandangan hidup bangsa ke dalam pola pikir yang asing untuk bangsa ini.
Kelihatannya masyarakat intelektual bahkan para pakar lebih tertarik dan mementingkan nilai-nilai universal daripada nilai-nilai nasional. Akibatnya rumusan pengertian Wawasan Kebangsaan sangat beragam dan sulit dipahami oleh masyarakat umumnya. Sesungguhnya Wawasan Kebangsaan perlu dipahami oleh seluruh anak bangsa, bukan hanya oleh kelompok tertentu saja. Dengan demikian Wawasan Kebangsaan akan bermakna dan menyentuh langsung kedalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Pada lingkungan internasional, fenomena yang muncul adalah isu-isu global yang memuat nilai-nilai universal dan mengungguli nilai-nilai nasional. Nilai-nilai universal tersebut bahkan sengaja dipaksakan kepada negara tertentu oleh negara-negara yang mengklaim dirinya sebagai negara yang paling menjungjung tinggi nilai-nilai tersebut.
Pengaplikasian wawasan kebangsaan tidak hanya sebagai tuntutan kepada negara melainkan hal yang wajib bagi seluruh generasi muda, penerapanya harus sejak usia dini, lingkungan keluarga dan pendidikan seperti sekolah sangat mempengaruhi mental nasionalisme pada setiap siswanya dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Pengenalan lebih dalam dan mendasar mengenai dasar ideologi, dasar negara serta budaya yang ada di Indonesia menjadi senjata dalam memupuk wawasan kebangsaan kepada generasi bangsa ini, seperti mendengarkan lagu-lagu nasional mapun kebudayaan, membaca buku, menghapalkan butir-butir pancasila, UUD1945 serta naskah proklamasi dalam rangka mengobarkan api semangat nasionalisme kepada anak-anak kita.
Pangkal atau awal penanaman mental wawasan kebangsaan itu ialah dilingkungan keluarga dan sekolah atau pendidikan, di lingkungan itulah kita bekerja dengan keras menggunakan cara apapun untuk bisa menancapkan nilai-nilai wawasan kebangsaan kepada anak-anak kita, banyak hal dan variasi yang bisa kita lakukan dalam mengimplementasikan wawasan kebangsaan kepada anak-anak kita demi terwujudnya cita-cita bangsa dan terwujudnya suatu generasi emas buat bangsa dan negara ini yang memliki mental dan karakteristik nasionalisme, berakhlak mulia dan saling toleransi serta menerima budaya dan agama pada setiap individu. Cara-cara yang dapat digunakan selain membaca buku-buku, mendengarkan nyanyian-nyanyian juga mengadakan festival, lomba, sayembara, penjelajahan, diskusi, seminar, lokakarya, kegiatan rohani di pelbagai bidang seni, sastera, ilmiah pada peringatan hari-hari nasional atau pada kesempatan-kesempatan lain. Di rumah, cara-cara ini memang dilakukan secara informal. Di sekolah cara-cara ini dapat dilakukan sebagai kegiatan ko kurikuler dan ekstra kurikuler yang dilaksanakan secara sistematis dan sistemik, berkesinambungan, berjenjang mulai dari Taman Kanak-Kanak sampai dengan Perguruan Tinggi. Dengan upaya-upaya tersebut mudah-mudahan kekokohan bangsa dapat selalu terjaga dan bangsa kita tidak lemah gemulai melainkan menjadi bangsa yang agresif dalam menanggapi pelbagai masalah yang timbul dari skala yang kecil hingga skala yang besar.
Atas dasar pemikiran-pemikiran tersebutlah maka Pemerintah melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan mengamanatkan kepada Pemerintah Daerah untuk wajib menyelenggarakan Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PWK) dengan membentuk Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK).  Penyelenggaraan PWK bertujuan untuk mengoptimalkan pengembangan dan pelaksanaan nilai kebangsaan guna pemberdayaan dan penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara yang berlandaskan pada nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sasaran Penyelenggaraan PWK ditujukan antara lain kepada organisasi politik, organisasi kemasyarakatan/lembaga nirlaba lainnya, PNS, guru/pendidik, dan tokoh agama/masyarakat/adat.
Sementara itu yang dimaksud dengan Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) adalah suatu wadah yang berbentuk kelompok kerja yang diarahkan untuk pengembangan cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah yang dilandasi Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pembentukan PPWK ditetapkan dengan keputusan kepala daerah.
Susunan kepengurusan PPWK kabupaten/kota:
a. Ketua : Sekretaris daerah
b. Wakil ketua : Kepala SKPD yang membidangi kesatuan bangsa dan politik
c. Sekretaris : Kepala bidang yang membidangi wawasan kebangsaan
d. Anggota merupakan kepala/pimpinan :
1. badan perencanaan pembangunan daerah dan SKPD terkait lainnya;
2. komando distrik militer;
3. kepolisian resort;
4. badan pusat statistik;
5. organisasi politik yang memiliki kursi di DPRD;
6. organisasi kemasyarakatan /lembaga nirlaba lainnya;
7. media massa lokal;
8. universitas/perguruan tinggi; dan
9. tokoh agama/masyarakat/ adat.
PPWK kabupaten/kota mempunyai tugas:
a. Menyelenggarakan PWK lingkup kabupaten/kota;
b. Menyusun uraian tugas kepengurusan;
c. Melaksanakan pertemuan secara rutin antara lain berkaitan dengan penyusunan program kerja yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi;
d. Melaksanakan kegiatan berdasarkan program kerja.
e. Melakukan kerjasama dengan PPWK provinsi dan kabupaten/kota lain sesuai ketentuan peraturan perundangan;
f. Memberikan konsultasi dan koordinasi berkaitan dengan program kerja kepada masyarakat dan dunia usaha; dan
g. Melaporkan pelaksanaan tugas kepada bupati/walikota.

Agenda

Pencarian

Berita Terbaru

Kalendar

Hari ini: 15 December 2018
Minggu| Senin| Selasa| Rabu| Kamis| Jumat| Sabtu|
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31

Agenda