Selamat Datang di website Kesbangpol dan Linmas Kab. Tegal

Berita Terbaru

Imigrasi Deportasi Lima Warga Vietnam

Dipublish tanggal 29 September 2017, Dikirim oleh Admin

Lima warga negara asing (WNA) berkebangsaan Vietnam akan dideportasi dari Desa Jembayat, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal oleh Kantor Imigrasi Kelas II Pemalang karena masalah dokumen.

Kepala Kantor Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Tegal, M. Agus Sunarjo selaku Sekretaris Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) Kabupaten Tegal menyatakan bahwa dari laporan masyarakat yang ditindaklanjuti oleh Tim Pora Kabupaten Tegal, kelima orang tersebut sejak 6 Februari lalu beraktivitas merakit mesin pemutih beras di PT Pangan Makmur Perkasa di Desa Jembayat, Kecamatan Margasari. Kelima orang tersebut, Vo Thanh Tam, Huynh Quoc Thang, Ho Thien Chien, Nguyen Van Minh, Ho Hoang Hien.

Mereka datang ke Indonesia dengan menggunakan visa kunjungan wisata dan pada saat diadakan pengawasan dan pemantauan orang asing oleh Tim Pora pada Kamis tanggal 23 Februari 2017. Tim PORA yang melaksanakan pengawasan dan pemantauan terdiri atas unsur Kesbangpol dan Linmas, Polres Tegal dan Kantor Imigrasi Kelas II Pemalang.

Kronologi :

Dari keterangan pengelola PT Pangan Makmur Perkasa, Helmi, kedatangan lima WNA tersebut, bermula saat pihaknya ditawari mesin/teknologi pengolahan beras berkualitas baik dari PTLamico, Vietnam. Dengan kemampuan mesin yang handal dan menguntungkan, Helmi bersedia membeli mesin tersebut. Adapun mesin akan dibayar setelah sampai di perusahaannya dan dinyatakan siap beroperasi. Selanjutnya PT Lamico mengirimkan lima orang tersebut untuk merakit mesin.

Tetapi mereka tidak dilengkapi dokumen tenaga teknisi (izin dari Kementerian Tenaga Kerja RI) untuk bekerja di Indonesia sebagai tenaga perakit mesin. Kelimanya hanya memiliki dokumen kunjungan. Oleh karena itu, mereka diamankan ke Kantor Imigrasi Kelas II Pemalang untuk dilakukan pemeriksaan tentang penyalahgunaan dokumen kunjungan untuk bekerja.

Sementara itu, Kasi Pengawasan Penindakan Keimigrasian Aditya, yang juga anggota Tim Pora menambahkan, setelah dibawa ke Kantor Imigrasi Pemalang untuk dimintai keterangan, kelima WNA berusia antara 25-35 tahun ini dikembalikan ke tempat Helmi di Desa Jembayat. Imigrasi hanya menahan paspor kelima WNAtersebut.

”Paspor mereka kami tahan. Mengingat Kantor Imigrasi tidak memungkinkan untuk menampung mereka, maka kelima orang tersebut dikembalikan ke tempat Helmi,” tutur Aditya . Selanjutnya kelima WNA rencana pulang ke negaranya 5 Maret 2017, akan dideportasi pada Senin (27/2) mendatang. ”Mereka sudah memiliki tiket pulang. Seharusnya pulang 5 Maret, tapi dipercepat Senin besok,” ucapnya.

Agenda