Selamat Datang di website Kesbangpol dan Linmas Kab. Tegal

Berita Terbaru

Unjuk Rasa Pilkades Sidaharja

Dipublish tanggal 16 November 2017, Dikirim oleh Admin

Ratusan warga desa Sidaharja Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal menggelar unjuk rasa untuk mendesak adanya penghitungan ulang surat suara yang dinyatakan rusak. Unjuk rasa dilakukan oleh para pendukung dari calon kepala desa yang kalah dalam Pilkades di Gedung DPRD Kabupaten Tegal pada Rabu 15 November 2017. Mediasi dilakukan oleh Ketua DPRD Kabupaten Tegal A. Firdaus Assyairozi, Wakil Ketua DPRD Kab. Tegal Agus Solichin, Ketua Komisi I DPRD Kab. Tegal Agus Salim, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Prasetyawan dan Inspektur Kab. Tegal Bambang Kusnandar Aribawa.

Masa unjuk rasa melalui Koordinator Tim pemenang Aenul Yakin saat audiensi dengan Pimpinan DPRD Kab. Tegal mengakui kedatangannya bersama masa untuk mengadukan kejanggalan dan kecurangan yang terjadi sebelum, saat dan setelah pelaksanaan tahapan pemungutan suara antara lain :

  • Banyak warga yang secara konstitusional memiliki hak pilih dalam hal ini warga asli Sidaharaja, memiliki KK dan KTP Sidaharja, tetapi pada kenyataannya tidak bias mencoblos dengan alasan tidak mendapatkan undangan. Menurut beliau hal ini merupakan pelanggaran dan merampas hak konstitusional warga.
  • Kondisi tempat pemungutan suara (TPS) hanya memiliki satu Pintu. Padahal jumlah warga yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) di Desa Sidaharja mencapai 5.913 orang. Kondisi itu menyebabkan warga berdesak-desakan sehingga banyak yang gagal menggunakan hak pilihnya. Bahkan sampai ada warga yang shock dan pingsan.
  • Adanya pendukung pasangan calon tertentu yang sengaja dimobilisasi untuk menghalangi pendukung calon lain saat hendak mencoblos dengan cara melakukan pressure fisik di pintu masuk guna menahan pendukung pasangan calon lain tersebut.
  • Adanya 809 kertas suara yang dinyatakan tidak sah karena kesalahan mencoblos yaitu pemilih tidak lebih dahulu membuka seluruh lipatan kertas suara sehingga coblosan menembus ke lipatan bawahnya. Jika mengacu peraturan KPU asalkan tidak mengenai gambar calon lain dan tembusannya simetris maka seharusnya dapat dinyatakan sah.

Dari aduan tersebut maka Inspektur Kabupaten Tegal, Bambang Kusnandar Aribawa, mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Tegal sedang mencari bukti dan fakta di lapangan melalui klarifikasi dengan semua petugas, pengawas, dan panitia pilkades. Karena itu, beliau meminta kerjasama dengan semua pihak agar memperoleh hasil yang maksimal dan tercipta pilkades yang adil. Inspektorat mempunyai kewajiban memberikan pertimbangan kepada bupati terkait dengan sengkata hasil pilkades.

Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Firdaus Assyaerozi, mengatakan bahwa adanya laporan dugaan pelanggaran pilkades dari masyarakat itu menjadi catatan dan evaluasi bagi penyelenggaraan pilkades selanjutnya. Terkait tempat pencoblosan dapa pilkades di Desa Sidoharjo, beliau menuturkan banyak desa lain yang kondisinya hamper sama, yang hanya dilaksanakan satu pintu atau buka tutup. Pemerintah Kabupaten Tegal berharap kepada semua calon kades yang mengajukan sengkata pilkades tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di masing- masing desanya dan mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mengawal sengketa pilkades ini dengan memberikan kepercayaan kepada Dispermades dan Inspektorat dalam menjalankan tugasnya.

Perlu diketahui bahwa Hasil Pilkades Sidaharja sebagai berikut : DPT 5.908; Hadir 5.136; Tidak Hadir 772; Suara sah 4.327; Suara Tidak Sah 809. Sementara perolehan suara calon : (1) Kasmui 99 suara; (2) Pahuri 2.090 suara; (3) HM Sumaryo 2.101 suara; (4) Sudiyono 37 suara.


 

Agenda